Integrasi Agama dan Sains, Gagasan Said Nursi Menginspirasi Pendidikan Islam Masa Depan

Ana Maulida Sabila, Mahasiswa Doktor Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang. Malang — Diskursus hubungan agama dan sains tengah menjadi perdebatan penting di kalangan cendekiawan Muslim. Said Nursi (1877–1960) tampil sebagai tokoh yang mampu menjembatani keduanya, saat sains modern dianggap menjauh dari aspek moral dan spiritual. Nursi menawarkan pendekatan integratif yang diberi nama ma’na harfi dan paradigma tauhid. Dalam visi Nursi, agama memberikan landasan moral, sedangkan sains menyediakan penerapan praktis, sehingga proses belajar tidak terjebak pada materialisme, tapi juga menjaga aspek manusiawi dan ruhaniah. Selain pendekatan teoritis, Nursi juga menggagas Madrasah Al-Zahra, sebuah lembaga yang menyatukan ajaran Islam, sains, dan teknologi, untuk melahirkan manusia unggul yang unggul secara intelektual sekaligus manusiawi. Model Nursi tersebut masih relevan diterapkan saat ini, di tengah tantangan era digital dan postnormal yang tengah terjadi. Kalangan akademisi menyebut pendekatan Nursi sebagai solusi penting untuk menjaga visi manusiawi, moral, dan etika, sambil tetap terbuka terhadap kemajuan teknologi dan sains modern.(ript)